Indonesian Political, Business & Finance News

Diskusi panel Australia-Indonesia Creative Industries Collaboration

| | Source: WARTAJAZZ.COM | Economy
Diskusi panel Australia-Indonesia Creative Industries Collaboration
Image: WARTAJAZZ.COM

Diskusi panel Australia-Indonesia Creative Industries Collaboration

Bulan Juni 2026 ditutup dengan sebuah peristiwa cultural exchange yang sungguh luar biasa antara Indonesia dan Australia. Jalur diplomasi kali ini tidak menggunakan setelan jas formal, melainkan lewat dentingan piano, tiupan saksofon, betotan bas, dan ketukan drum jazz. Bertempat di DeHeng House, Kemang, pada Selasa malam (30/6), konser Indra Lesmana Sydney Reunion membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak pernah bisa melunturkan “spirit” bermusik.Sebelum saklar lampu panggung utama dinyalakan, sore hari di DeHeng House sudah dihangatkan sejak pukul 16.30 WIB oleh diskusi panel bertajuk “Australia-Indonesia Creative Industries Collaboration”.

Diskusi ini menggarisbawahi bahwa hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia – yang berakar pada pendidikan, perdagangan, dan pertukaran budaya – kini menemukan momentum baru.

Kedua negara kian menyadari bahwa industri kreatif bukan sekadar hiburan, melainkan motor penggerak inovasi, pertumbuhan ekonomi, diplomasi budaya, sekaligus pembangunan sosial.

Diskusi interaktif ini menghadirkan jajaran pembicara terkemuka dari kedua negara yang membedah berbagai sudut pandang penting:

  • Dr. Andy Gander, yang mengupas sisi International Music Education and Performance.

  • Dwiki Dharmawan, membawakan topik Artistic Leadership and Institution Building.

  • Mariam Kartikatresni, memaparkan pentingnya Bilateral Partnerships, Education, and Creative Economy.

  • Natalie Ezmeralda, melengkapi diskusi dari sudut pandang Music, Songwriter, and International Creative Practice.

Diskusi dinamis ini dipandu langsung oleh Chico Hindarto sebagai moderator, membawa keahliannya di bidang Music Psychology, Consumer Behaviour, and Higher Education.

Kolaborasi kreatif ini terbukti melampaui batas pertukaran artistik semata; ia memperkuat saling pengertian (mutual understanding), menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan generasi masa depan bagi talenta kreatif kedua negara. Kemitraan yang solid antara institusi pendidikan, seniman, pemimpin industri, dan pelaku bisnis inilah yang menjadi pondasi kuat bagi kerja sama di masa depan.

Sebuah diskusi musik tentu tidak akan lengkap tanpa instrumen yang berbunyi. Sore itu pun ditutup dengan sesi jam session yang manis, spontan, dan bertabur bintang. Sejumlah nama besar dan talenta lintas generasi bergantian naik ke panggung untuk saling merespons:

  • Ade Irawan seorang pianis jazz tunanetra dan pianis jazz terkemuka Nial Djuliarso yang bergantian mengawal tuts piano.

  • Penampilan memukau dari Rason, gitaris muda berbakat asal Bali yang baru berusia 14 tahun. Menariknya, Rason dijadwalkan akan merilis “upcoming album” – nya di bulan Juli ini dengan Indra Lesmana sebagai produser – sebuah kerja sama yang membuat kita sangat menantikan kiprah besarnya di masa mendatang.

  • Embusan seksi tiupan trompet dari Brury Effendy yang memberi warna baru pada nomor-nomor yang dimainkan.

  • Dua drummer hebat yang bergantian menjaga tempo dan ritme: Dr. Andrew (Andy) Gander dan Budhy Haryono.

  • Serta barisan vokal yang luar biasa memikat, mulai dari Kemala Ayu, Andre Hehanussa, hingga penyanyi muda bertalenta, Natalie Ezmeralda yang mendampingi penyanyi senior Restu Fortuna, sukses membuat suasana sore itu semakin hidup dan meriah.

Acara berskala besar ini sukses terlaksana berkat kolaborasi erat berbagai pihak, di antaranya Indonesia Australia Business Council, Investment New South Wales (Government of New South Wales), PAPPRI Live, The Dharmawangsa Jakarta, Inline, serta institusi pendidikan pendukung seperti JMC Academy dan alma mater saya tercinta, Australian Institute of Music (AIM).

Laporan Pandangan Mata Konser Indra Lesmana Sydney Reunion

Mengulang Memorabilia 40 Tahun Silam: Catatan dari Konser “Indra Lesmana Sydney Reunion” di Deheng House

View JSON | Print