Indonesian Political, Business & Finance News

Datangi Tokyo, KEK Industropolis Batang Tawarkan Ekosistem Industri ke Investor Jepang

| | Source: JATENG.DISWAY.ID | Infrastructure
Datangi Tokyo, KEK Industropolis Batang Tawarkan Ekosistem Industri ke Investor Jepang
Image: JATENG.DISWAY.ID

Datangi Tokyo, KEK Industropolis Batang Tawarkan Ekosistem Industri ke Investor Jepang

KEK Industropolis Batang incar investor Jepang hingga ke Tokyo dalam Indonesia - Japan Investment Forum 2026-ist-

BATANG, diswayjateng.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis BATANG aktif jemput bola langsung ke Jepang demi membidik perusahaan-perusahaan teknologi global.

Langkah agresif tersebut diwujudkan melalui partisipasi KEK Industropolis Batang dalam Investment Business Forum Indonesia–Japan yang digelar di Bellesalle Kanda, Tokyo, Jepang.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan kawasan industri di Batang dirancang berbeda dibanding kawasan industri konvensional lainnya.

Menurutnya, KEK Industropolis Batang tidak hanya fokus pada sektor manufaktur, tetapi juga membangun ekosistem industri lengkap yang terhubung dengan logistik dan sektor pariwisata.

“KEK Industropolis Batang tidak hanya sekadar menyediakan lahan industri siap pakai, melainkan mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus yaitu industrial and processing, logistic and distribution, serta tourism,” kata Indri, Selasa 26 Mei 2026.

Forum bisnis internasional itu mendapat dukungan penuh dari KBRI Tokyo, Bank Indonesia Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, hingga Japan External Trade Organization (JETRO).

Namun misi Batang di Negeri Sakura ternyata bukan sekadar menawarkan lahan industri.

Manajemen KEK Industropolis Batang juga melakukan studi banding ke Tsukuba Science City, salah satu kota riset dan teknologi paling maju di Jepang.

Langkah itu dilakukan untuk mempelajari bagaimana Jepang sukses membangun kawasan industri yang terintegrasi dengan pusat penelitian, pendidikan, hingga hunian ramah lingkungan.

Ia menjelaskan, konsep tersebut sengaja dibangun untuk menjawab kebutuhan rantai pasok global yang semakin menuntut efisiensi, keberlanjutan, dan konektivitas kawasan industri modern.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

View JSON | Print