Indonesian Political, Business & Finance News

Central Java Investment Reaches Rp23 Trillion as BI and Provincial Government Push SMEs to Go Global

| | Source: PANTURA.INEWS.ID | Investment
Central Java Investment Reaches Rp23 Trillion as BI and Provincial Government Push SMEs to Go Global
Image: PANTURA.INEWS.ID

SEMARANG, iNewsPantura.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande 2026 di Semarang.

Kegiatan bertema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth” itu menjadi ajang promosi investasi sekaligus penguatan UMKM unggulan Jawa Tengah menuju pasar global.

Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,89 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Sementara itu, realisasi investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh hingga 9,61 persen.

Forum tersebut dibuka Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menyebut realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang di 35 kabupaten/kota.

“Capaian tersebut meningkat sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Ia berharap investasi yang masuk mampu mendorong UMKM Jawa Tengah naik kelas hingga menembus pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan pentingnya sinergi investasi dan penguatan UMKM guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika global.

Pada CJIBF 2026, sebanyak 17 proyek investasi unggulan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) dipromosikan kepada investor. Proyek tersebut meliputi sektor energi baru terbarukan, pertanian, hilirisasi pangan, pariwisata hingga pertambangan.

Beberapa proyek yang ditawarkan antara lain pengembangan pembangkit panas bumi Candi Umbul Telomoyo, pembangkit listrik tenaga mini hidro Logawa di Banyumas, pemanfaatan limbah pertanian untuk biomassa di Grobogan, hingga proyek waste to refuse derived fuel di Demak dan Pati.

Selain itu, terdapat pula proyek pengembangan industri kelapa terpadu, industri udang terpadu, kawasan industri perikanan, hingga pengembangan destinasi wisata di Magelang dan Jepara.

Calon investor juga dipertemukan dengan empat kawasan industri utama di Jawa Tengah, yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Tak hanya fokus pada investasi, rangkaian kegiatan juga diramaikan UMKM Grande 2026 yang berlangsung pada 7–11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang dengan mengusung tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.

Sebanyak 90 UMKM unggulan Jawa Tengah dari sektor fesyen, kriya, dekorasi rumah, furnitur, makanan-minuman hingga kopi turut ambil bagian dalam pameran tersebut.

Kegiatan itu juga menghadirkan business matching internasional yang mempertemukan sekitar 30 UMKM potensial ekspor dengan buyer dari negara ASEAN dan Timur Tengah, serta jaringan ritel nasional.

Selain pameran, UMKM Grande 2026 turut menghadirkan berbagai workshop, edukasi digitalisasi keuangan, kompetisi kopi, hingga fashion show wastra nusantara.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan sejumlah penandatanganan kerja sama investasi dan kemitraan industri. Jawa Tengah disebut berhasil mencatat peminatan produk UMKM potensial ekspor senilai 2,48 juta dolar AS atau setara Rp43 miliar.

Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Grande 2026 dapat memperkuat iklim investasi, memperluas akses pasar ekspor UMKM, serta menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

View JSON | Print