BRI (BBRI) Keluar dari Bayang-Bayang
BRI (BBRI) Keluar dari Bayang-Bayang
JAKARTA, investor.id – Pemulihan kualitas aset menjadi faktor utama yang kembali memperkuat prospek saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI. Terbuka peluang kembali masuknya dana investor asing ke saham BBRI. Muncul target harganya.
Pluang Maju Sekuritas menilai tekanan pada kualitas aset yang membebani BRI selama dua tahun terakhir mulai mereda, seiring membaiknya kredit mikro dan penurunan biaya kredit.
Dia menyebut penurunan non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah baru pada segmen mikro menjadi salah satu indikator perbaikan kinerja emiten bank besar berkode saham BBRI tersebut.
NPL baru segmen mikro turun dari 5% pada kuartal I menjadi 4% pada kuartal II. Itu disertai dengan peningkatan kualitas kredit dari kategori kredit dalam perhatian khusus.
Selain itu, pertumbuhan current account saving account (CASA) mikro atau dana murah mikro juga mengalami percepatan. CASA mikro meningkat dari 2,4% secara tahunan (yoy) pada Januari menjadi 5,6% yoy pada Juli. “Ini sejalan dengan transformasi bisnis cabang sejak 2025,” tutur Jason.
BBRI juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko melalui provisi konservatif terhadap eksposur emiten BUMN konstruksi yang berpotensi mengalami restrukturisasi.
Di sisi lain, BBRI telah merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham dengan serapan dana sekitar 18% dari pagu maksimal yang sebesar Rp 500 miliar. Realisasi buyback saham BBRI ini perlu dilihat dalam konteks yang tepat.
Pelaksanaan buyback saham yang bertahap dan tidak agresif sejalan dengan tujuan program tersebut. Bagi investor, perhatian utama justru berada pada pemulihan kualitas aset BBRI.
Rekomendasi dan Target Harga BBRI