Berguru ke Jepang, KEK Batang Siapkan Jadi Pusat Riset Dan Hunian Nyaman bagi Tenaga Terampil
Berita Batang
Berguru ke Jepang, KEK Batang Siapkan Jadi Pusat Riset Dan Hunian Nyaman bagi Tenaga Terampil
KEK Batang bersiap menjadi kawasan terintegrasi antara tempat produksi dengan pusat riset dan hunian nyaman bagi tenaga terampil.
Ringkasan Berita:
Kawasan Ekonomi Khusus Batang bersiap menjadi kawasan terintegrasi antara tempat produksi dengan pusat riset dan hunian nyaman bagi tenaga terampil
Untuk mewujudkan konsep ini, KEK Batang berguru ke Tsukuba Science City Jepang.
Perubahan KEK Batang sebagai ekonsistem lengkap diharapkan dapat menarik lebih banyak investor.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang diproyeksikan tak hanya sebagai kawasan produksi modern tetapi juga pusat riset dan hunian nyaman bagi tenaga kerja terampil.
Untuk mewujudkan konsep terpadu ini, KEK Batang melakukan kerja sama dan studi pengembangan kawasan industri modern di Jepang pada akhir Mei 2026, lewat Investment Business Forum Indonesia - Japan di Tokyo.
Mereka juga mengunjungi Tsukuba Science City, kota riset dan teknologi terbesar di Jepang yang dikenal berhasil mengintegrasikan industri, pusat penelitian, hingga kawasan hunian modern dalam satu sistem kota berkelanjutan.
Fokus utama kunjungan tersebut bukan hanya mengejar investasi baru, melainkan mempelajari bagaimana sebuah kawasan industri mampu menarik sekaligus mempertahankan tenaga kerja terampil seperti insinyur, peneliti, dan pekerja teknologi tinggi.
“Industri masa depan membutuhkan ekosistem yang lengkap. Tidak cukup hanya kawasan produksi, tetapi juga lingkungan yang mendukung inovasi dan kualitas hidup tenaga kerja,” kata Irma, Selasa (26/5/2026).
Konsep tersebut dinilai penting jika Batang ingin bersaing menarik industri berbasis teknologi tinggi dari Jepang maupun negara lain di kawasan Asia.
Apalagi, sektor yang kini dibidik KEK Batang bukan lagi industri konvensional, melainkan industri kendaraan listrik, perangkat medis, elektronik, hingga energi terbarukan.
Sementara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati menyebut, kawasan yang tengah dikembangkan itu dirancang dengan konsep terintegrasi antara industri, logistik, dan kawasan penunjang lain agar rantai pasok industri bisa berjalan lebih efisien.
Menurutnya, investor global kini cenderung memilih kawasan yang sudah memiliki ekosistem lengkap sehingga perusahaan dapat lebih cepat beroperasi tanpa harus membangun fasilitas penunjang dari awal.
Investasi Jepang Paling Stabil
Dalam forum bisnis Indonesia - Jepang di Tokyo, hubungan ekonomi kedua negara juga menjadi perhatian utama.
Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Cahyo Purnomo menyebut, Jepang masih menjadi salah satu investor terbesar dan paling stabil bagi Indonesia.
Kondisi itu dinilai menjadi peluang besar bagi kawasan industri seperti KEK Batang untuk masuk dalam rantai pasok industri regional Indo-Pasifik.