Indonesian Political, Business & Finance News

Amman Mineral Director Irwin Ka Pui Wan Resigns Amid Slump in AMMN Share Price

| | Source: KOMPAS Translated from Indonesian | Mining
Amman Mineral Director Irwin Ka Pui Wan Resigns Amid Slump in AMMN Share Price
Image: KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS.com - Irwin Ka Pui Wan mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Surat undur diri diajukan kepada AMMN pada Kamis (14/5/2026).

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), AMMN menyampaikan telah menerima pemberitahuan resmi pengunduran diri Irwin Ka Pui Wan dari jabatannya.

Persetujuan atas pengunduran diri tersebut akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa (19/5/2026).

“Pada tanggal 14 Mei 2026, perseroan telah menerima pemberitahuan resmi dari Bapak Irwin Ka Pui Wan sehubungan rencana pengunduran diri beliau selaku Direktur Perseroan,” tulis Vemmy Febrianti, Corporate Secretary AMMN dalam keterangan resmi di BEI, Senin (18/5/2026).

Sejak bergabung pada 2016, Irwin disebut memainkan peran penting dalam transformasi operasional dan budaya perusahaan selama masa transisi kepemilikan.

Sebelum menjabat di AMMN, Irwin pernah menduduki posisi manajemen senior di Leighton (Thiess) Contractors.

Dia juga sempat menjadi penasihat utama Grup HKND dalam proyek Terusan Besar Nikaragua yang saat itu dikenal sebagai salah satu proyek pekerjaan tanah dan infrastruktur terbesar di dunia.

Selain itu, Irwin pernah menjabat sebagai Direktur Proyek dan Kepala Pertambangan di Hunnu Coal Limited yang tercatat di ASX serta perusahaan energi Banpu yang terdaftar di SET.

Dalam posisi tersebut, dia mengawasi operasional tambang batu bara kokas di Mongolia.

Ia juga tercatat sebagai anggota Institut Pertambangan dan Metalurgi Australia serta memiliki kualifikasi sebagai Orang Kompeten untuk pelaporan Kode JORC.

Dia mengantongi sejumlah gelar di bidang teknik dengan predikat kehormatan, serta pendidikan di bidang perdagangan yang mencakup keuangan perusahaan, investasi keuangan, dan akuntansi dari Universitas Western Australia.

Adapun, saham AMMN terpantau terus melemah dan telah menyentuh penurunan 50,44 persen sejak awal tahun atau year-to-date (YtD) 2026.

Pada perdagangan Senin (18/5/2026) pukul 15.20 WIB, saham AMMN berada di level Rp 3.370 per saham setelah dibuka pada harga Rp 3.580 per lembar.

Dalam keterbukaan informasi BEI terkait volatilitas transaksi saham AMMN, Corporate Secretary AMMN Vemmy Febrianti menegaskan perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik.

“Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 yang belum kami laporkan kepada Bursa Efek Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan,” ucap Vemmy.

Dia juga menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang dapat mempengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi BEI.

“Sampai dengan saat ini, kami juga belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, kecuali terkait dengan pengalihan saham hasil pembelian kembali,” lanjutnya.

View JSON | Print