Indonesian Political, Business & Finance News

Alhamdulillah! Rupiah kembali menguat di bawah Rp18.000, IHSG melesat tembus level 6.000

| | Source: RMOLJAWATENGAH.ID | Finance
Alhamdulillah! Rupiah kembali menguat di bawah Rp18.000, IHSG melesat tembus level 6.000
Image: RMOLJAWATENGAH.ID

Kabar baik datang dari pasar keuangan Indonesia. Rupiah akhirnya kembali menguat dan keluar dari tekanan level Rp18.000 per dolar AS.

  • Jalan Desa Kadiwono Dulu Rusak dan Berbahaya, Kini Mulus Berkat Bantuan Infrastruktur dari Semen Gresik

  • Kota Pekalongan Cari Investor Kembangkan Potensi Daerah

  • Harga Emas di Semarang Turun Hari Ini, Antam Jadi Rp2,764 Juta per Gram

Baca Juga

Nilai tukar rupiah menunjukkan tren positif pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda ditutup menguat 128 poin atau 0,71 persen ke posisi Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000.

Penguatan rupiah terjadi seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya menaikkan suku bunga acuan BI-Rate menjadi 5,50 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan respons positif investor terlihat dari meningkatnya aliran modal asing ke berbagai instrumen keuangan domestik, terutama Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut Ramdan, masuknya dana asing menjadi faktor utama yang mendorong penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir.

“Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif bauran kebijakan tersebut,” ujarnya dikutip RMOL.ID.

Sentimen positif juga merambah pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 121,6 poin atau 2,07 persen ke level 6.007.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan mayoritas saham berada di zona hijau dengan 618 saham menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan juga terbilang tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp21 triliun dengan volume perdagangan 37 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 2,4 juta kali.

Penguatan rupiah dan lonjakan IHSG menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia mulai pulih setelah beberapa waktu berada di bawah tekanan.

  • Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Kekhawatiran Baru Soal Harga Obat

  • Tak Disangka, Mobil Paling Laris di Lelang Sritex Bukan Alphard atau Mercy

  • 111 Produsen dan 99 Offtaker Dipertemukan, Strategi Baru Jateng Menjaga Harga Pangan Tetap Stabil

View JSON | Print