Indonesian Political, Business & Finance News

AAJI Supports Plan to Consolidate State-Owned Insurance Companies by Danantara

| | Source: INVESTOR.ID | Business
AAJI Supports Plan to Consolidate State-Owned Insurance Companies by Danantara
Image: INVESTOR.ID

AAJI Dukung Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN oleh Danantara

JAKARTA, investor.id – Rencana pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk mengonsolidasikan perusahaan asuransi badan usaha milik negara (BUMN) menjadi tiga entitas besar mendapat respons positif dari pelaku industri. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai langkah tersebut berpotensi memperkuat struktur industri asuransi nasional sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan pelat merah.

Konsolidasi yang tengah disiapkan mencakup tiga pilar utama, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma, mengatakan bahwa penggabungan sejumlah perusahaan asuransi BUMN pada prinsipnya dapat menciptakan entitas yang lebih kuat dari sisi kapasitas usaha maupun permodalan.

Menurut Handojo, proses integrasi perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu pelayanan kepada pemegang polis maupun operasional perusahaan yang terlibat.

Selain itu, konsolidasi diharapkan menjadi momentum bagi industri untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha dalam menghadapi target penguatan industri hingga 2028.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa skema penggabungan dan daftar perusahaan yang akan masuk ke masing-masing entitas masih dalam tahap penjajakan dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah serta pemegang kebijakan.

“Jadi proses itu sepertinya mungkin masih di dalam penjajakan oleh Danantara. Karena itu, detail skema penggabungan, termasuk perusahaan yang akan masuk ke masing-masing entitas, masih menunggu keputusan pemegang kebijakan,” ungkap Handojo.

Di tengah rencana restrukturisasi ekosistem asuransi BUMN, AAJI juga menilai fundamental industri asuransi jiwa nasional tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

“Sepanjang Januari hingga Maret 2026, industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan keseluruhan sebesar Rp 47,63 triliun. Di saat yang sama, industri juga tetap menjalankan komitmennya melalui pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp 38,73 triliun kepada masyarakat atau tumbuh 1,5% yoy (year on year),” papar Albertus.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kemampuan industri dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pemenuhan komitmen perlindungan kepada masyarakat, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan dinamika pasar keuangan.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

FollowBaca Berita Lainnya di Google News

Read Now

View JSON | Print