{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1596845,
        "msgid": "why-is-israel-so-determined-to-eradicate-hizbullah-1772968200",
        "date": "2026-03-08 17:15:12",
        "title": "Why Is Israel So Determined to Eradicate Hizbullah?",
        "author": "",
        "source": "CNBC",
        "tags": "",
        "topic": "Politics",
        "summary": "The article explains Hizbullah\u2019s emergence as a Shiite Muslim militant and political force in Lebanon, backed by Iran, and why Israel views the group as a major threat. It traces past conflicts, UN deployments, and recent cross-border strikes that have raised fears of a broader regional confrontation.",
        "content": "<p>Mengapa Israel Begitu Ingin Menghabisi Hizbullah?<\/p>\n<p>Jakarta, CNBC Indonesia \u2014 Ketegangan di Timur Tengah yang kembali\nmemuncak membuat beberapa kelompok pun mendeklarasikan perang setelah\nIran diserang oleh serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan\nIsrael.<\/p>\n<p>Salah satunya yakni Hizbullah, yang memberi respons terkait situasi\nIsrael dan Iran. Pemimpinnya Naim Qassem berkomentar setelah utusan\nkhusus AS untuk Suriah memperingatkan Hizbullah agar tidak terlibat\ndalam perang.<\/p>\n<p>Dalam sebuah pernyataan, Qassem mengatakan Hizbullah \u201ctidak netral\u201d\ndalam konflik antara dua negara adidaya regional itu.<\/p>\n<p>Mengutip AFP, Jumat (20\/6\/2025), ia mengatakan bahwa kelompok itu\nakan \u201cbertindak sesuai yang kami anggap tepat dalam menghadapi agresi\nbrutal Israel-Amerika ini\u201d.<\/p>\n<p>Hizbullah sendiri merupakan proksi Iran di Timur Tengah. Di akhir\n2024 eskalasi terjadi antara Hizbullah dan Lebanon, di mana Tel Aviv\nmembunuh pemimpin terdahulu kelompok tersebut, Hassan Nasrallah.<\/p>\n<p>Keduanya pun menyetujui janji gencatan senjata. Namun serangan Israel\nmasih terjadi ke Lebanon selatan, markas kelompok ini.<\/p>\n<p>Namun, seorang komandan senior kelompok milisi pro-Iran di Irak,\nKataeb Hizbullah, dilaporkan tewas dalam serangan yang menghantam\nwilayah selatan negara itu, sekaligus menambah daftar korban di tengah\nmeluasnya konflik regional yang kini merembet ke berbagai front di Timur\nTengah.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Kataeb Hizbullah, Ahmad al\u2011Hamidawi, menyampaikan\nduka atas kematian komandan mereka, Ali Hussein al\u2011Freiji, dalam sebuah\npernyataan resmi. Ia menggambarkan al-Freiji sebagai \u201cseorang komandan\nbesar\u201d yang telah bergabung dengan kelompok tersebut lebih dari dua\ndekade lalu.<\/p>\n<p>Menurut dua sumber dari faksi tersebut yang berbicara kepada AFP,\nsebagaimana dikutip Kamis (5\/3\/2026), serangan tersebut menghantam\nsebuah kendaraan di dekat basis utama kelompok itu di Irak selatan.\nSerangan itu awalnya dilaporkan menewaskan dua orang.<\/p>\n<p>Namun, jumlah korban kemudian bertambah menjadi tiga orang setelah\ndikonfirmasi bahwa komandan Ali Hussein al-Freiji juga termasuk di\nantara korban tewas.<\/p>\n<p>Salah satu sumber dari kelompok itu menyebut serangan tersebut\nsebagai \u201cserangan Zionis-AS\u201d.<\/p>\n<p>Basis Jurf al-Nasr, yang menjadi markas kelompok itu, sebelumnya juga\ndisebut sebagai target pertama di Irak dalam serangkaian serangan yang\ndituding dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat, sebelum kemudian\nmeluas ke wilayah lain.<\/p>\n<p>Mengapa Israel getol mau habisi Hizbullah?<\/p>\n<p>Hizbullah adalah partai politik dan kelompok militan Muslim Syiah\nyang berbasis di Lebanon, di mana mereka telah membangun reputasi\nsebagai \u201cnegara dalam negara\u201d.<\/p>\n<p>Didirikan selama kekacauan Perang Saudara Lebanon selama lima belas\ntahun (1975-1990), kelompok yang didukung Iran ini didorong oleh\npenentangan kerasnya terhadap Israel dan perlawanannya terhadap pengaruh\nBarat di Timur Tengah.<\/p>\n<p>Hizbullah dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS dan banyak\nnegara lain, dan memiliki aliansi militer yang mengakar kuat dengan\nrezim represif dan anti-Israel di Iran dan Suriah.<\/p>\n<p>Secara resmi mengumumkan keberadaannya pada 1985, Hizbullah\nmenyerukan pemerintahan Islam di Lebanon. Mereka menyatakan bahwa\nkonfrontasi mereka dengan Israel \u201chanya akan berakhir ketika Israel\ntelah dihapus dari keberadaan\u201d.<\/p>\n<p>Serangan kelompok tersebut terhadap pasukan Israel secara luas\ndianggap di Lebanon sebagai faktor penting dalam keputusan Israel untuk\nmengakhiri pendudukan selama 18 tahun pada 2000. Tanggal kepergian\npasukan Israel merupakan hari libur nasional di Lebanon, yang disebut\nHari Perlawanan dan Pembebasan.<\/p>\n<p>Setelah itu, Hizbullah menolak tekanan untuk melucuti senjata dan\nmempertahankan kehadiran militer yang signifikan di Lebanon selatan.<\/p>\n<p>Kelompok tersebut, dan pemerintah Lebanon, menolak untuk menerima\ntemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa penarikan Israel telah\nselesai, dengan mengatakan bahwa wilayah perbatasan yang\ndipersengketakan masih diduduki. Baku tembak sporadis dengan pasukan\nIsrael terus berlanjut.<\/p>\n<p>Pada Juli 2006, para pejuang Hizbullah melancarkan serangan lintas\nperbatasan yang mematikan, memicu respons besar-besaran dari Israel.\nLebih dari 1.125 warga Lebanon, sebagian besar warga sipil, tewas selama\nperang 34 hari tersebut, serta 119 tentara Israel dan 45 warga\nsipil.<\/p>\n<p>Bulan berikutnya, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengesahkan\nResolusi 1701, yang mengakhiri perang dan menciptakan zona penyangga\nantara Israel dan Lebanon. Kesepakatan gencatan senjata saat ini juga\nmenggunakan perjanjian ini sebagai dasarnya.<\/p>\n<p>Pernyataan itu menuntut agar kelompok-kelompok bersenjata non-negara\ndi Lebanon melucuti senjata dan mundur sekitar 30 km (19 mil) ke utara\nGaris Biru, perbatasan tidak resmi antara Lebanon dan Israel, sejajar\ndengan Sungai Litani.<\/p>\n<p>Pernyataan itu menyebutkan bahwa area ini \u201charus bebas dari personel\nbersenjata, aset, dan senjata apa pun selain milik otoritas Lebanon dan\npasukan penjaga perdamaian PBB\u201d.<\/p>\n<p>Namun, Hizbullah, yang telah menyatakan kemenangan, tidak mematuhi\nperintah tersebut dan malah membangun infrastruktur yang luas di daerah\nitu.<\/p>\n<p>Lebanon mengatakan pelanggaran Israel terhadap resolusi tersebut\ntermasuk penerbangan militer di atas wilayahnya.<\/p>\n<p>Hizbullah juga terus meningkatkan dan memperluas persenjataannya.\nDengan pendanaan, pelatihan, dan senjata dari Iran, pasukannya menjadi\nlebih kuat daripada pasukan tentara Lebanon.<\/p>\n<p>Pada 2009, kelompok tersebut mengeluarkan manifesto politik baru di\nmana mereka menghilangkan referensi tentang pemerintahan Islam tetapi\nmenolak \u201ckompromi apa pun dengan Israel atau mengakui\nlegitimasinya\u201d.<\/p>\n<p>Para pejuangnya juga menjadi berpengalaman dalam perang saudara di\nSuriah yang bertetangga. Pada 2013, mereka membantu pemerintah Presiden\nBashar al-Assad saat itu membalikkan keadaan melawan pasukan pemberontak\ndan jihadis.<\/p>\n<p>Hizbullah juga dituduh melakukan serangkaian pemboman dan rencana\njahat terhadap target Yahudi dan Israel di luar Lebanon.<\/p>\n<p>Hizbullah makin beringas<\/p>\n<p>Bentrokan lintas batas antara Hizbullah dan Israel meningkat dalam\nbeberap<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/why-is-israel-so-determined-to-eradicate-hizbullah-1772968200",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}