{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 2050065,
        "msgid": "wcce-2026-opens-global-market-access-for-creative-businesses-1792655411",
        "date": "2026-10-22 12:50:49",
        "title": "WCCE 2026 opens global market access for creative businesses",
        "author": " ",
        "source": "GALERT",
        "tags": "",
        "topic": "Business",
        "summary": "Indonesia\u2019s Ministry of Creative Economy is using the World Conference on Creative Economy 2026 to connect local creative businesses with investors, international financial institutions and industry partners from 65 countries. Business-matching sessions and a Creative Village in Jakarta are intended to create new market and collaboration opportunities, while the forum also produced the Jakarta Vision on Creative Economy to inform future UN discussions.",
        "content": "<p>Kementerian ekonomi kreatif (Kemenekraf) memanfaatkan ajang World\nConference on Creative Economy (WCCE) 2026 untuk mempertemukan pelaku\nusaha ekonomi kreatif Indonesia dengan investor lembaga keuangan\ninternasional dan mitra industri dari 65 negara. Melalui agenda business\nto business matching, forum ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi\npelaku usaha nasional untuk memperluas pasar dan menjajaki kerja sama\ninvestasi.<\/p>\n<p>Deputi Pengembangan Strategis Kemenekraf, Mohammed Ali Berawi\nmengatakan, WCCE 2026 tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran\ngagasan dan kebijakan tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara pelaku\nindustri kreatif dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara.<\/p>\n<p>\u201cNanti, ada business to business matching, kita juga dihadiri dari\ninvestor ekonomi kreatif dan lembaga keuangan internasional. Ini juga\nakan menjadi ruang temu membuka akses pasar baru bagi para pelaku\nekonomi kreatif Indonesia,\u201d kata Ali ke pada awak media, Jakarta, Rabu\n21 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Menurut Ali, agenda business matching dirancang untuk membantu pelaku\nusaha kreatif memperluas jejaring dan membuka akses ke pasar\ninternasional. Dari pertemuan tersebut, peluang kerja sama dapat\nberkembang menjadi produksi bersama (co-production) maupun investasi,\ntergantung tindak lanjut masing-masing pihak setelah forum\nberlangsung.<\/p>\n<p>Pada tahap awal, pemerintah menargetkan terbentuknya jaringan\nkolaborasi dan terbukanya akses pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif\nIndonesia. Sementara realisasi investasi dan kerja sama bisnis akan\nditentukan oleh hasil pembicaraan lanjutan antara peserta yang\nterlibat.<\/p>\n<p>Selain pertemuan bisnis, WCCE 2026 juga menghadirkan Creative Village\ndi kawasan SCBD Jakarta. Area ini menjadi ruang pamer bagi produk-produk\nkreatif Indonesia yang diperkenalkan kepada calon investor dan mitra\nbisnis internasional.<\/p>\n<p>Ali menyebut sejumlah perusahaan global turut hadir dalam rangkaian\nkegiatan tersebut termasuk Netflix dan Tencent. Sejumlah pertemuan\nbilateral serta penjajakan produk juga dilakukan selama forum untuk\nmembuka peluang kolaborasi lebih lanjut.<\/p>\n<p>\u201cDi SCBD, sebenarnya mostly adalah produk-produk kreatif Indonesia\ndan juga tentunya ada dari teman-teman di internasional. Beberapa juga\ndari internasional sudah melakukan bilateral meeting dan juga penjajakan\nproduknya. Termasuk misalnya dari Netflix ada, terus Tencent, terus\nberbagai international companies investment. Kita lihat nanti\nperkembangannya,\u201d ujar Ali.<\/p>\n<p>Ia menambahkan akses ke pasar internasional diharapkan tidak hanya\nmemberikan peluang bagi pelaku ekonomi kreatif di tingkat nasional,\ntetapi juga bagi pelaku usaha kreatif di daerah yang ingin memperluas\njangkauan pasar melalui kerja sama lintas negara.<\/p>\n<p>WCCE 2026 diikuti peserta dari 65 negara dan 7 lembaga internasional\nserta menghadirkan 133 pembicara dari dalam dan luar negeri. Selain\nagenda bisnis, forum tersebut juga mempertemukan pemerintah, pelaku\nindustri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas\npengembangan ekonomi kreatif global.<\/p>\n<p>Forum ini turut menghasilkan deklarasi Jakarta Vision on Creative\nEconomy yang diharapkan menjadi salah satu dasar pembahasan resolusi\nPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai agenda ekonomi kreatif setelah\n2030. Melalui rangkaian kegiatan tersebut Indonesia berusaha memperluas\npeluang bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat\nketerlibatannya dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat\ninternasional.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/wcce-2026-opens-global-market-access-for-creative-businesses-1792655411",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}