{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1589933,
        "msgid": "tips-for-sharing-thr-with-nephews-so-their-wallets-dont-run-dry-during-eid-1772701918",
        "date": "2026-03-05 15:16:00",
        "title": "Tips for Sharing THR with Nephews so Their Wallets Don't Run Dry During Eid",
        "author": "Irvan Sihombing",
        "source": "MEDIA_INDONESIA",
        "tags": "",
        "topic": "Social Policy",
        "summary": "A feature on the traditional sharing of THR (Tunjangan Hari Raya) in Indonesia, emphasising modern digital formats and prudent budgeting. Financial planners advise capping personal THR at 15-20% of income, promoting financial literacy for children as Eid al-Fitr nears the 2026 holiday period, while noting related public safety and transport measures during mudik.",
        "content": "<p>Tradisi \u2018salam tempel\u2019 atau bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya) telah\nmenjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Di\ntahun 2026 ini, meski teknologi semakin canggih dengan kehadiran THR\ndigital, esensi kebahagiaan saat melihat binar mata keponakan menerima\namplop tetap tidak tergantikan. Namun, bagaimana agar tradisi ini tetap\nbermakna tanpa membuat dompet dompet kering pasca-lebaran?<\/p>\n<p>Tradisi ini berakar dari budaya Timur Tengah yang kemudian\nberakulturasi dengan budaya lokal. Di era Kerajaan Mataram Islam pada\nabad ke-16, para raja dan bangsawan sering membagikan hadiah kepada\nanak-anak pengikutnya sebagai bentuk rasa syukur setelah sebulan\nberpuasa.<\/p>\n<p>Pakar antropologi Universitas Airlangga, Djoko Adi Prasetyo\nmenjelaskan budaya THR pertama kali muncul pada era kabinet Soekiman\nWirjosandjojo dari Partai Masyumi dengan tujuan meningkatkan\nkesejahteraan aparatur negara.<\/p>\n<p>Hingga saat ini masyarakat masih mempertahankan tradisi memberikan\nuang baru sebagai bentuk kasih sayang dan persaudaraan antar anggota\nkeluarga.<\/p>\n<p>Kini, tradisi tersebut berevolusi mengikuti zaman. Jika dulu\nmasyarakat sibuk mengantre untuk menukar uang baru di bank, sekarang\nbanyak yang mulai beralih ke fitur \u201cAngpau Digital\u201d melalui e-wallet\natau QRIS yang lebih praktis dan minim risiko kehilangan.<\/p>\n<p>Agar tidak terjebak dalam perilaku impulsif, perencana keuangan\nmenyarankan untuk mengalokasikan maksimal 15-20% dari total pendapatan\nTHR pribadi Anda untuk pos berbagi keluarga. Penting untuk diingat bahwa\nprinsip keadilan tidak selalu berarti sama rata. Memberi nominal yang\nberbeda berdasarkan usia adalah hal yang wajar dan dapat dijelaskan\nkepada anak-anak agar tidak menimbulkan kecemburuan.<\/p>\n<p>Momen bagi-bagi THR adalah waktu terbaik untuk mengajarkan anak\ntentang literasi keuangan. Alih-alih membiarkan mereka menghabiskan\nsemuanya untuk mainan, arahkan keponakan untuk membagi uang mereka ke\ndalam tiga pos:<\/p>\n<p>Tradisi bagi-bagi THR untuk keponakan adalah simbol kasih sayang dan\nperekat silaturahmi. Baik diberikan secara fisik dalam amplop lucu\nmaupun secara digital, nilai keikhlasan tetap menjadi yang utama. Dengan\nperencanaan anggaran yang matang, Anda tetap bisa berbagi kebahagiaan\ntanpa mengganggu stabilitas finansial di masa depan.<\/p>\n<ol type=\"1\">\n<li><p>Kapan waktu terbaik memberikan THR? Biasanya dilakukan saat momen\nsungkeman atau kumpul keluarga besar di hari pertama atau kedua\nlebaran.<\/p><\/li>\n<li><p>Apakah keponakan yang sudah kuliah masih perlu diberi? Tergantung\ntradisi keluarga, namun biasanya pemberian berhenti saat keponakan sudah\nmemiliki penghasilan sendiri.<\/p><\/li>\n<\/ol>\n<p>Seminggu jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri resmi memetakan\ntitik krusial kemacetan untuk menjamin kelancaran arus mudik tahun\nini.<\/p>\n<p>Puncak arus mudik lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali.\nMengantisipasi lonjakan masyarakat, Polda Jateng mengimbau masyarakat\nmerencanakan perjalanan<\/p>\n<p>persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H\/2026 M, di tengah proyeksi 143,9\njuta pergerakan masyarakat selama periode libur mudik lebaran 2026.<\/p>\n<p>Memfasilitasi perjalanan pulang kampung tanpa biaya transportasi yang\ntinggi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program Mudik\nGratis Pemprov DKI 2026.<\/p>\n<p>Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak\natau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil\nmodern.<\/p>\n<p>Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya\n(THR) pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu kepada anak-anak, keponakan,\nmaupun kerabat kembali dinantikan.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/tips-for-sharing-thr-with-nephews-so-their-wallets-dont-run-dry-during-eid-1772701918",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}