{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1787464,
        "msgid": "sentimen-sell-indonesia-menguat-investor-asing-tarik-modal-1780674619",
        "date": "2026-06-05 21:14:07",
        "title": "Sentimen 'Sell Indonesia' Menguat, Investor Asing Tarik Modal",
        "author": " ",
        "source": "GALERT",
        "tags": "",
        "topic": "Economy",
        "summary": "Investor global semakin menarik modalnya dari Indonesia, menyebabkan IHSG anjlok 36% dan rupiah melemah tajam hingga menembus Rp 18.000 per dolar AS. Kekhawatiran dipicu oleh kebijakan ekonomi yang dinilai semakin populis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk hilangnya figur jangkar fiskal seperti Sri Mulyani. MSCI bahkan memperingatkan risiko penurunan status pasar Indonesia, sementara investor menuntut kepastian kebijakan dan independensi bank sentral untuk memulihkan kepercayaan.",
        "content": "<p>Sentimen \u2018Sell Indonesia\u2019 Menguat, Investor Asing Tarik Modal<\/p>\n<p>JAKARTA, investor.id \u2013 Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai\ntujuan investasi favorit di pasar negara berkembang (emerging markets),\nkini menghadapi tekanan berat. Keyakinan investor global memudar seiring\ndengan merosotnya pasar saham domestik ke level terendah serta pelemahan\nnilai tukar rupiah yang menyentuh rekor terendah dalam sejarah.<\/p>\n<p>Hanya lima bulan setelah mencapai rekor tertinggi, indeks acuan saham\nIndonesia (IHSG) telah anjlok 36%, menjadikannya pasar dengan kinerja\nterburuk di dunia dari 90 indeks global yang dipantau oleh Bloomberg\ninternasional, Jumat (5\/6\/2026).<\/p>\n<p>Tidak hanya saham, dana asing juga keluar secara masif dari pasar\nobligasi pemerintah, mencerminkan kekhawatiran mendalam mengenai arah\nkebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Pergeseran Kebijakan dan Kekhawatiran Investor<\/p>\n<p>Apa yang membuat investor gelisah adalah agenda ekonomi yang dianggap\nsemakin populis dan intervensionis. Sejak menjabat pada Oktober 2024,\nPresiden Prabowo berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%\nmelalui berbagai program, seperti makan siang gratis, penguatan peran\nnegara dalam ekonomi, hingga pembentukan dana abadi (sovereign wealth\nfund) Danantara.<\/p>\n<p>Langkah pemerintah untuk mengambil kendali langsung atas ekspor\nkomoditas utama demi mencegah penghindaran pajak justru memicu aksi jual\npada saham-saham emiten eksportir.<\/p>\n<p>Bagi banyak investor, kepergian mantan menteri keuangan Sri Mulyani\nIndrawati tahun lalu menjadi titik balik yang krusial. Selama\nbertahun-tahun, ia dipandang sebagai jangkar disiplin fiskal yang\nmenjamin kredibilitas Indonesia di mata pasar global.<\/p>\n<p>\u201cDagangan utama di Asia saat ini adalah \u2018jual Indonesia\u2019,\u201d ungkap\nKepala Riset di hedge fund K2 Asset Management George Boubouras seperti\ndikutip Bloomberg internasional, Jumat. Setelah puluhan tahun\nberinvestasi di Indonesia, K2 kini telah melepas seluruh posisi\nportofolionya.<\/p>\n<p>Nilai tukar rupiah menjadi indikator paling jelas dari kecemasan\npasar. Sejak Presiden Prabowo menjabat, rupiah telah melemah sekitar 14%\ndan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini. Pada\nKamis (4\/6\/2026), rupiah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar\nAS, dan pasar opsi memberi sinyal potensi pelemahan lebih lanjut ke\nlevel Rp 20.000 dalam satu tahun ke depan.<\/p>\n<p>Gary Tan selaku manajer portofolio di Allspring Global Investments\nmenyatakan pendorong utama aksi jual ini adalah pandangan bearish\nterhadap rupiah di tengah kekhawatiran akan ketidakseimbangan makro dan\nkredibilitas kebijakan fiskal.<\/p>\n<p>Selain itu, kepemilikan Bank Indonesia atas obligasi pemerintah yang\nmencapai 27% yaitu angka yang relatif tinggi untuk ekonomi berkembang\ntelah menimbulkan pertanyaan mengenai independensi bank sentral dan\npotensi praktik pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) yang tidak\nbiasa.<\/p>\n<p>Risiko Downgrade dan Tantangan Struktur<\/p>\n<p>Ketegangan pasar semakin meningkat setelah MSCI memberikan peringatan\nIndonesia berisiko diturunkan statusnya dari emerging market ke frontier\nmarket.<\/p>\n<p>Meskipun pemerintah telah merespons dengan aturan pengungkapan yang\nlebih ketat, pasar menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi\nmasalah fundamental seperti konsentrasi kepemilikan korporasi dan\npengawasan regulasi.<\/p>\n<p>Pemerintah berargumen, kebijakan agresif diperlukan agar Indonesia\nbisa lepas dari middle-income trap dan bergerak lebih tinggi dalam\nrantai nilai global.<\/p>\n<p>Namun, investor global saat ini memiliki banyak alternatif lain,\nseperti India yang dianggap lebih menjanjikan secara pertumbuhan, atau\nKorea Selatan dan Taiwan yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan\n(artificial intelligence\/ AI).<\/p>\n<p>Harapan bagi Masa Depan<\/p>\n<p>Meski sentimen saat ini negatif, sedikit investor yang menganggap\ncerita jangka panjang Indonesia benar-benar berakhir. Perekonomian masih\ntumbuh di atas 5%, utang pemerintah relatif rendah, dan Indonesia\nmemegang posisi strategis sebagai produsen nikel terbesar dunia.<\/p>\n<p>Apa yang dibutuhkan manajer investasi global saat ini adalah\nkepastian, jangkar fiskal yang dipercaya, independensi bank sentral,\nserta transparansi yang lebih besar terkait peran negara dalam ekonomi.\nKemampuan pemerintah untuk mengembalikan prediktabilitas ini akan\nmenjadi kunci utama dalam menentukan seberapa cepat modal asing akan\nkembali ke Tanah Air.<\/p>\n<p>Namun demikian, model pembangunan ekonomi sebuah negara yang sangat\nbergantung pada kepercayaan pasar internasional sangat rentan terhadap\nperubahan narasi kebijakan. Ketika investor mencium adanya pergeseran\ndari prinsip pasar terbuka menuju kebijakan yang lebih tertutup atau\nintervensionis, risiko pelarian modal menjadi nyata.<\/p>\n<p>Dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian, investor\ncenderung memprioritaskan aset yang menawarkan transparansi hukum dan\nstabilitas makroekonomi di atas potensi pertumbuhan yang fluktuatif.<\/p>\n<p>Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel\ninvestor.id<\/p>\n<p>FollowBaca Berita Lainnya di Google News<\/p>\n<p>Read Now<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/sentimen-sell-indonesia-menguat-investor-asing-tarik-modal-1780674619",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}