{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1750242,
        "msgid": "qi-zai-the-rare-brown-panda-from-the-qinling-mountains-1779546033",
        "date": "2026-05-19 23:21:01",
        "title": "Qi Zai, the rare brown panda from the Qinling Mountains",
        "author": "",
        "source": "ANTARA_ID",
        "tags": "",
        "topic": "Regulation",
        "summary": "In the Qinling Mountains of western China, a giant panda named Qi Zai with a rare brown-and-white coat has become a symbol of both scientific interest and public fascination. Discovered as a frail cub in 2009, Qi Zai was nursed back to health and remains the only brown giant panda in captivity, highlighting ongoing habitat protection and conservation science in China.",
        "content": "<p>Beijing (ANTARA) - Di tengah rimbunnya hutan Pegunungan Qinling di\nChina barat, seekor panda raksasa dengan warna yang tak biasa menjadi\nsimbol penting bagi ilmu pengetahuan sekaligus daya tarik emosional bagi\npara pengunjung. Panda tersebut adalah Qi Zai. Tidak seperti kebanyakan\npanda raksasa yang memiliki pola bulu hitam dan putih, warna bulu Qi Zai\nsangat langka, yakni cokelat muda dan putih. Perpaduan warna yang unik\nini membuatnya dijuluki \"panda cokelat\" dan menjadikannya satu-satunya\npanda raksasa cokelat yang hidup di penangkaran saat ini. Kisah Qi Zai\nbermula pada 1 November 2009 ketika staf konservasi menemukan seekor\nanak panda yang sangat lemah di Cagar Alam Nasional Foping. Anak panda\ntersebut diperkirakan baru berusia sekitar dua bulan dan beratnya kurang\nlebih 2 kilogram. Liang Qihui, seorang staf senior di kawasan konservasi\ntersebut, mengenang momen penemuan itu. Dia mengatakan anak panda\ntersebut ditemukan setelah induknya pergi ke hutan. \"Anak panda kecil\nitu memiliki bercak bulu cokelat dan terlihat sangat lemah,\" kenangnya.\nUntuk melindungi panda langka tersebut, tim konservasi kemudian\nmembawanya ke pusat penelitian satwa liar di Shaanxi agar mendapatkan\nperawatan intensif. Pada awalnya kondisi Qi Zai cukup rapuh, tetapi\nsetelah mendapatkan perawatan medis dan susu panda dari pusat\npenelitian, Qi Zai secara bertahap pulih dan tumbuh sehat. Selain panda\nraksasa, Pegunungan Qinling juga dihuni oleh monyet hidung pesek emas,\ntakin, serta burung ibis jambul yang pernah berada di ambang kepunahan.\nLingkungan yang relatif terisolasi di Qinling diyakini menjadi salah\nsatu faktor yang memungkinkan munculnya variasi genetik unik seperti\npanda raksasa cokelat. Menurut Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput\nNasional (National Forestry and Grassland Administration) China,\nperlindungan habitat alami menjadi prioritas utama dalam konservasi\npanda. Upaya ini juga didukung oleh penelitian ilmiah yang\nberkelanjutan. Berkat langkah-langkah tersebut, saat ini hampir 1.900\nekor panda raksasa hidup di alam liar di China. Dalam beberapa dekade\nterakhir, China telah memperkuat berbagai langkah konservasi panda\nraksasa, termasuk perlindungan habitat, penelitian ilmiah, serta program\npenangkaran dan pelepasliaran. Upaya tersebut membantu meningkatkan\npopulasi panda secara bertahap. Di tengah keberhasilan upaya konservasi\ntersebut, Qi Zai menjadi simbol keajaiban alam sekaligus pengingat bahwa\nmasih banyak misteri genetika yang tersimpan di hutan bambu China.\nDengan bulu cokelat yang unik, Qi Zai tidak hanya memikat perhatian\npengunjung, tetapi juga membantu para ilmuwan memahami lebih dalam\ntentang evolusi dan keanekaragaman spesies panda raksasa. Penerjemah:\nXinhua<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/qi-zai-the-rare-brown-panda-from-the-qinling-mountains-1779546033",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}