{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1591565,
        "msgid": "pekalongan-regent-learn-a-lesson-1772755599",
        "date": "2026-03-06 05:40:54",
        "title": "Pekalongan Regent, Learn a Lesson...",
        "author": "Ardito Ramadhan",
        "source": "KOMPAS",
        "tags": "",
        "topic": "Politics",
        "summary": "Indonesia's KPK has arrested Pekalongan Regent Fadia Arafiq, exposing gaps in governance as she reportedly lacked bureaucratic understanding due to her dangdut singer background. She allegedly handled procurement through her family firm's banner, despite repeated warnings about conflicts of interest. The incident has prompted officials to stress that leadership in government must learn governance, regardless of background.",
        "content": "<p>JAKARTA, KOMPAS.com - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi\nPemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq\nmembuka tabir bahwa tidak semua kepala daerah benar-benar memahami tata\nkelola pemerintahan yang harusnya mereka kuasai. Deputi Penindakan dan\nEksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Fadia mengaku kepada\npenyidik bahwa ia tidak memahami birokrasi karena latar belakangnya\nsebagai penyanyi dangdut. \u201cDalam pemeriksaan intensif yang dilakukan,\nFAR (Fadia) menerangkan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai musisi\ndangdut, bukan seorang birokrat serta tidak memahami hukum dan tata\nkelola pemerintahan daerah,\u201d kata Asep dalam konferensi pers di Gedung\nMerah Putih, Jakarta, Rabu (4\/3\/2026). \u201cFAR mengaku urusan teknis\nbirokrasi diserahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda), sementara dirinya\nlebih banyak menjalankan fungsi seremonial di lingkungan Kabupaten\nPekalongan,\u201d kata Asep. Asep menyebutkan, hal yang dilakukan Fadia itu\nbertentangan dengan asas presumptio iures de iure (teori fiksi hukum).\nTerlebih, Fadia sudah pernah menjabat sebagai wakil bupati pada periode\n2011-2016. Namun, dengan dalih ketidaktahuan itu, Fadia tetap saja\nmenggarap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab\nPekalongan dengan bendera perusahaan keluarganya, PT RNB. Ironisnya,\nFadia yang mengaku tak tahu apa-apa itu sudah berulang kali diingatkan\nakan potensi konflik kepentingan, tetapi mengabaikannya hingga akhirnya\nkini berstatus tersangka dan meringkuk di tahanan. \u201cSekretaris Daerah\ndan sejumlah pihak lainnya menerangkan bahwa telah berulang kali\nmengingatkan Bupati mengenai potensi adanya konflik kepentingan dalam\npengadaan tersebut. Meski demikian, praktik itu tetap saja dilakukan\noleh Bupati,\u201d ucap Asep. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto\nmenegaskan, latar belakang Fadia sebagai penyanyi dangdut semestinya\ntidak menjadi alasan untuk tidak belajar soal tata kelola pemerintahan.\nBima Arya mencontohkan, ada banyak kepala daerah yang tidak punya latar\nbelakang birokrat tetap belajar untuk memahami isu-isu pemerintahan.\n\u201cKalau latar belakangnya bukan politik pemerintahan, maka belajar lah\ncepat. Tidak bisa mempercayakan semua pada sekda. Karena sekda itu\nmenjalankan perintah untuk mengkoordinasikan kebijakan sebagai birokrat\npaling senior,\u201d kata Bima Arya, Kamis (5\/3\/2026).<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/pekalongan-regent-learn-a-lesson-1772755599",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}