{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1749545,
        "msgid": "lintasarta-reveals-strategy-and-commitment-to-strengthen-banking-cybersecurity-1779546144",
        "date": "2026-05-19 18:07:41",
        "title": "Lintasarta Reveals Strategy and Commitment to Strengthen Banking Cybersecurity",
        "author": "",
        "source": "CNBC",
        "tags": "",
        "topic": "Technology",
        "summary": "Lintasarta outlined its four-part '4C' framework\u2014Connectivity, Cloud, Cybersecurity and Collaboration\u2014as part of its strategy to bolster digital resilience in Indonesia's banking sector. At the CXO Forum Banking Update 2026, the company highlighted regulatory developments, risk-based prioritisation for cyber threats, and its aim to integrate AI-driven security and supervisory technologies. The firm emphasised partnerships and end-to-end security as essential to support the industry's Go Digital push amid rising AI-enabled digital services.",
        "content": "<p>Jakarta, CNBC Indonesia \u2013 Akselerasi transformasi digital di sektor\nkeuangan membuka peluang pertumbuhan yang luar biasa bagi industri\nperbankan nasional. Namun seiring perluasan layanan digital, lanskap\nancaman siber turut berkembang dengan kompleksitas yang semakin tinggi.\nSektor perbankan kini dituntut untuk memperkuat ketahanan operasional\nsecara berkelanjutan, sekaligus menjaga kepercayaan nasabah sebagai\nmodal utama industri.<\/p>\n<p>Menjawab tantangan tersebut, Lintasarta menegaskan komitmennya dalam\nmendukung keamanan siber perbankan nasional melalui penguatan\ninfrastruktur digital, kolaborasi lintas industri hingga inovasi solusi\nteknologi yang adaptif terhadap risiko siber yang terus berkembang.\nKomitmen ini diungkapkan pada gelaran CXO Forum Banking Update 2026,\ndimana berbagai stakeholder industri keuangan, regulator, dan mitra\nteknologi membahas penguatan ketahanan digital perbankan di era AI.<\/p>\n<p>President Director &amp; CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan\nLintasarta hadir sebagai enabler transformasi digital melalui kerangka\nlayanan terintegrasi 4C, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan\nCollaboration. Sebagai pemain ternama di industri ketahanan siber,\nLintasarta menilai ketahanan operasional digital butuh ketahanan yang\nmenyeluruh, memungkinkan deteksi, response dan pemulihan ancaman secara\nreal time sesuai dengan kecepatan yang dituntut era AI.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan 4C, Lintasarta tidak hanya sebagai penyedia\ninfrastruktur, melainkan sebagai mitra teknologi perbankan dalam\nmembangun ketahanan operasional yang adaptif di era digital. Untuk\ncloud, connectivity dan collaboration AI menurutnya bisa dibuat semacam\nbundling, untuk memenuhi kebutuhan perbankan, industri, konsumer.<\/p>\n<p>\u201cJadi bagaimana konektivitas terhubung dengan cloud, kemudian\ndidukung oleh keamanan siber, AI cyber hingga Kolaborasi AI. Adapun 4C\nyang kami tawarkan pada perbankan ini secara keseluruhan sebagai satu\nkesatuan, karena tidak bisa hanya satu-satu, harus menyeluruh agar\nmemberikan nilai maksimal,\u201d ungkap Armand, dikutip Senin\n(18\/5\/2026).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Armand menegaskan bahwa untuk mendukung visi \u2018Go\nDigital\u2019 dan akselerasi transformasi digital perbankan, sistem keamanan\nsiber harus terus diperkuat. Lintasarta hadir sebagai institusi yang\nrelevan dan terpercaya dengan portofolio solusi yang menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cLintasarta menjadi bagian ekosistem perbankan agar ketahanan siber\nindustri ini semakin kuat dalam menghadapi tantangan yang ada,\u201d pungkas\nArmand.<\/p>\n<p>\u201cKami punya banyak solusi, bukan hanya bersifat satu arah namun\nmenyeluruh. Kita tumbuh bersama dan dipercaya, sehingga ketahanan siber\nbisa lebih kuat lagi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Melalui CXO Forum Banking Update 2026, Lintasarta menegaskan\nkomitmennya untuk mendukung transformasi digital sektor keuangan melalui\npenguatan infrastruktur, keamanan siber, hingga pemanfaatan AI yang\nterintegrasi.<\/p>\n<p>Dalam sesi diskusi, Chief CyberSecurity Officer Lintasarta, Wahyu\nAnggoro Adi mengungkapkan, masih banyak perusahaan yang mempertanyakan\nbagaimana memulai langkah-langkah pengamanan digital, dan berapa jumlah\ninvestasi yang harus dikeluarkan. Untuk itu, Lintasarta memiliki\nmetodologi untuk mengonversi risiko siber kualitatif menjadi kuantitatif\nsehingga bisa lebih mudah dipetakan.<\/p>\n<p>\u201cMetodologi ini juga membantu menjawab risiko apa yang dihadapi,\nserta seberapa besar ancaman yang dapat terjadi. Kemudian yang\nterpenting, bagaimana dampak finansialnya. Setelah semuanya diketahui,\nmaka bisa ditentukan apa saja yang menjadi prioritas,\u201d jelas Wahyu.<\/p>\n<p>Dengan justifikasi yang tepat, perusahaan dapat menentukan solusi\nyang sesuai untuk setiap tantangan yang dihadapi. Wahyu mencontohkan,\ndalam kasus phishing, terdapat potensi kerugian yang signifikan. Dengan\nmemahami framework yang tepat, perusahaan dapat memilih strategi\nmitigasi yang paling efektif sesuai dengan profil risikonya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Perbanas, Hendra Lembong\nmengatakan semakin luas digitalisasi yang dilakukan, maka semakin besar\njuga risiko yang harus dikelola. Pasalnya, hal ini juga menentukan\nkepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional.<\/p>\n<p>\u201cRisiko siber tidak lagi dapat dipandang sebagai risiko teknis\nsemata, melainkan risiko bisnis, risiko operasional, reputasi, dan\nkepercayaan publik terhadap industri perbankan,\u201d jelas Hendra.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai penguatan\nkeamanan digital bukan lagi hanya isu teknologi, tapi bagian dari tata\nkelola risiko industri perbankan. Regulasi pun semakin diperkuat, dalam\nPOJK Keamanan Siber, bank umum dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK)\ndiwajibkan memiliki sistem manajemen keamanan informasi, mulai dari\naudit keamanan berkala, hingga pelaporan insidensi maksimal 3x24 jam\nkepada regulator.<\/p>\n<p>Selain itu, penerapan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP)\nmemperbesar tuntutan perlindungan data nasabah, dengan ancaman sanksi\nadministratif hingga 2% dari pendapatan tahunan perusahaan. Di tengah\nkebutuhan perlindungan data yang semakin tinggi, peran infrastruktur\ndigital nasional menjadi semakin strategis.<\/p>\n<p>\u201cKami sedang menuju ke arah supervisory technologies, ini yang sedang\nkami kembangkan. Jadi (industri keuangan dan perbankan) tetap bisa\nbertransformasi, kami juga bisa mengawasi dengan baik,\u201d ujar Deputi\nKomisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK, Deden\nFirman Hendarsyah.<\/p>\n<p>Dengan posisinya sebagai Beyond AI Factory yang menghadirkan kerangka\nlayanan terintegrasi 4C, Lintasarta berkomitmen menjadi mitra teknologi\njangka panjang industri perbankan Indonesia-mendukung pertumbuhan yang\naman, berdaulat, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>(rah\/rah) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC]<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/lintasarta-reveals-strategy-and-commitment-to-strengthen-banking-cybersecurity-1779546144",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}