{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1757160,
        "msgid": "kpk-traces-suspected-foreign-currency-exchange-by-suspect-in-customs-case-1779542223",
        "date": "2026-05-22 13:25:01",
        "title": "KPK Traces Suspected Foreign Currency Exchange by Suspect in Customs Case",
        "author": "",
        "source": "DETIK",
        "tags": "",
        "topic": "Legal",
        "summary": "The Corruption Eradication Commission (KPK) is questioning a money changer as part of a bribery case involving Customs officials. Investigators are examining foreign currency exchanges allegedly conducted by suspect Sisprian Subiaksono, a former head of the DJBC intelligence unit, amid related charges against Blueray Cargo executives. Prosecutors also mention Singapore dollars linked to multiple DJBC officials in the case.",
        "content": "<p>KPK memeriksa saksi bernama Deisy Syam (DS) selaku pemilik usaha\npenukaran uang atau money changer. Deisy diperiksa sebagai saksi kasus\ndugaan suap pejabat Bea Cukai. Jubir KPK Budi Prasetyo menyebut penyidik\nmendalami penukaran mata uang asing yang diduga dilakukan tersangka\nbernama Sisprian Subiaksono (SIS). Sisprian merupakan Kepala\nSubdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal\nBea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) saat kasus dugaan suap terjadi.\n\u201cDalam pemeriksaan ini, saksi sebagai pemilik money changer, didalami\nketerangannya oleh penyidik terkait dugaan penukaran-penukaran valas\noleh pihak Tersangka SIS,\u201d kata Budi kepada wartawan, Jumat (22\/5\/2026).\nNamun Budi belum menjelaskan detail berapa banyak uang yang ditukarkan.\nDia juga belum mengungkap asal duit yang diduga ditukar oleh Sisprian.\nDalam kasus ini, Sisprian ditetapkan sebagai salah satu tersangka karena\ndiduga ikut menerima uang dari PT Blueray Cargo untuk memuluskan\nmasuknya barang-barang impor. Hal itu diungkapkan oleh jaksa saat sidang\npembacaan dakwaan terhadap klaster terdakwa dari pihak swasta PT Blueray\nCargo. Dalam sidang lanjutan, jaksa juga menyebut terdapat sejumlah\npejabat di Ditjen Bea Cukai yang diduga menerima uang dengan mata uang\ndolar Singapura. \u201cIzin, Majelis, ini kami tampilkan ya foto, kemudian\ntadi mengaitkan dengan kode-kode yang Pak Ocoy pahami tentang\nsiapa-siapa yang dapat jatah amplop itu. Izin, Majelis, kami tampilkan\nsampling amplop yang ada kodenya,\u201d kata jaksa KPK M Takdir Suhan dalam\nsidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (20\/5). Ocoy merupakan\nnama panggilan Orlando Hamonangan Sianipar selalu Kepala Seksi Intelijen\nKepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea Cukai\n(DJBC) sekaligus salah satu tersangka dalam perkara ini. Jaksa\nmengatakan salah satu amplop itu ditujukan ke Dirjen Bea Cukai. \u201cBaik,\nkemudian izin, Majelis, kami tegaskan yang Sales 2, 1 adalah Dirjen Bea\nCukai. Nilainya SGD 213.600. Itu kami yang menegaskan, kami, karena kami\nyang punya bukti ini. 1, 2, 1, 2, 3 memahami? Maksudnya kode-kode itu\nmemahami?\u201d tanya Takdir. \u201cNomor 1 saya tidak tahu, Pak. Nomor 2 saya\ntahu, nomor 3 saya tahu, Pak,\u201d jawab Ocoy. Jaksa kemudian bertanya siapa\nyang memberi amplop tersebut kepada pemilik masing-masing kode. Ocoy\nmengaku tidak tahu siapa yang memberi. Dalam kasus ini, jaksa mendakwa\ntiga terdakwa pimpinan Blueray Cargo dalam kasus suap importasi barang\npada DJBC. Tiga terdakwa tersebut ialah terdakwa I John Field selaku\npimpinan Blueray Cargo, terdakwa II Deddy Kurniawan Sukolo selaku\nManajer Operasional Blueray Cargo, dan terdakwa III Andri selaku ketua\ntim dokumen Blueray Cargo. Jaksa KPK mengatakan ketiganya memberikan\nuang Rp 61,3 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Selain uang,\njaksa menyebutkan ketiganya didakwa memberikan sejumlah fasilitas serta\nbarang mewah mencapai Rp 1,8 miliar.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/kpk-traces-suspected-foreign-currency-exchange-by-suspect-in-customs-case-1779542223",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}