{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1875350,
        "msgid": "ihsg-bangkit-ini-sederet-alasan-investor-asing-mulai-melirik-indonesia-lagi-1784731833",
        "date": "2026-07-22 16:47:56",
        "title": "IHSG Bangkit, Ini Sederet Alasan Investor Asing Mulai Melirik Indonesia Lagi",
        "author": " ",
        "source": "GALERT",
        "tags": "",
        "topic": "Finance",
        "summary": "The Jakarta Composite Index (IHSG) continued its rally, driven by positive domestic catalysts including a stable sovereign rating from S&P and a strengthening rupiah. A global rotation out of overvalued US technology stocks is directing funds towards lagging markets like Indonesia, with foreign investors beginning to record net inflows. Market participants are now looking ahead to MSCI's November 2026 decision on Indonesia's market status, which could be influenced by ongoing capital market reforms.",
        "content": "<p>KABARBURSA.COM \u2013 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren\npenguatan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Hingga pukul 09.03 WIB,\nIHSG menguat 46,80 poin atau 0,74 persen ke level 6.386,82 setelah\nsehari sebelumnya ditutup naik 1,46 persen ke posisi 6.322,51.<\/p>\n<p>Di tengah reli tersebut, Stockbit Sekuritas menilai penguatan pasar\nsaham domestik bukan sekadar didorong sentimen jangka pendek. Menurut\nperusahaan sekuritas itu, terdapat sejumlah katalis dari dalam negeri\nyang mulai memperbaiki persepsi investor terhadap Indonesia, di tengah\nperubahan arah investasi global.<\/p>\n<p>\u201cHasil review positif dari S&amp;P Ratings serta mulai stabilnya\nnilai tukar rupiah\u2014meski harga minyak kembali melonjak belakangan\nini\u2014menjadi katalis positif dari dalam negeri,\u201d tulis Stockbit dalam\nrisetnya yang dikutip Rabu, 22 Juli 2026.<\/p>\n<p>Stockbit juga menilai penambahan emiten ke dalam daftar High\nShareholding Concentration (HSC) berpotensi memperkuat narasi reformasi\npasar modal Indonesia. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu\nfaktor yang memengaruhi keputusan MSCI terkait status pasar saham\nIndonesia pada November 2026.<\/p>\n<p>\u201cKami menilai bahwa penambahan masif emiten ke dalam daftar high\nshareholding concentration (HSC) juga dapat mendukung kelanjutan narasi\nreformasi pasar modal Indonesia, yang dapat memengaruhi keputusan MSCI\nterkait status pasar saham Indonesia. IHSG sendiri mulai mencatatkan net\nforeign inflow sejak 16 Juli 2026, dengan tren nilai transaksi harian\nyang juga meningkat,\u201d tulis Stockbit.<\/p>\n<p>Rotasi Dana Global Mulai Mengarah ke Indonesia<\/p>\n<p>Pandangan tersebut sejalan dengan laporan Reuters yang menyebut mulai\nterjadi rotasi investasi global dari saham-saham teknologi menuju pasar\nyang sebelumnya tertinggal, termasuk Indonesia, India, dan China.<\/p>\n<p>Sepanjang bulan berjalan hingga Selasa, 21 Juli 2026, IHSG telah\nmenguat sekitar 12 persen. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan\npelemahan indeks saham Korea Selatan, Taiwan, Jepang, maupun indeks\nsektor teknologi S&amp;P 500 yang selama ini menjadi acuan pergerakan\nsaham teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence\n(AI).<\/p>\n<p>Reuters melaporkan perubahan arah investasi itu dipicu aksi ambil\nuntung investor terhadap saham-saham teknologi Amerika Serikat yang\nsebelumnya mencatat reli panjang. Goldman Sachs mencatat sejumlah hedge\nfund dalam dua bulan terakhir menjual saham teknologi AS dengan laju\ntercepat dalam lebih dari satu dekade karena kekhawatiran valuasi emiten\nbertema AI sudah terlalu tinggi dan belanja AI oleh\nperusahaan-perusahaan besar berpotensi melambat.<\/p>\n<p>Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dinilai menjadi salah satu\nalternatif investasi yang menarik karena pasar saham domestik masih\ntertinggal dibandingkan bursa utama Asia dan memiliki eksposur yang\nrelatif kecil terhadap sektor teknologi.<\/p>\n<p>Meski IHSG telah menguat sejak awal Juli, indeks acuan Bursa Efek\nIndonesia itu masih terkoreksi sekitar 27 persen secara tahun berjalan\nhingga perdagangan Selasa, 21 Juli 2026.<\/p>\n<p>Selain rotasi investasi global, Stockbit menilai keputusan S&amp;P\nRatings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB\/A\u20132\ndengan prospek stable turut memberikan sentimen positif bagi pasar\ndomestik.<\/p>\n<p>Ke depan, perhatian investor juga tertuju pada keputusan MSCI yang\ndijadwalkan diumumkan pada November 2026 mengenai status pasar saham\nIndonesia. Berdasarkan laporan Reuters, mayoritas analis memperkirakan\nIndonesia akan tetap dipertahankan sebagai kelompok emerging market.<\/p>\n<p>Asia-Pacific Global Market Strategist Invesco, David Chao, mengatakan\npihaknya mulai merealisasikan sebagian keuntungan dari investasi di\nKorea Selatan dan mengalihkan sebagian portofolio ke Indonesia karena\nprospek pertumbuhan ekonomi domestik dinilai belum sepenuhnya tercermin\ndalam harga aset.<\/p>\n<p>Sementara itu, Citi menilai IHSG kemungkinan telah melewati titik\nterendahnya atau bottom, sehingga peluang pemulihan pasar dinilai\nsemakin terbuka.<\/p>\n<p>Meski demikian, Reuters juga mencatat arus keluar dana asing dari\npasar Indonesia masih berlangsung secara bertahap akibat kekhawatiran\ninvestor terhadap ketidakpastian kebijakan dan risiko pelebaran defisit\nfiskal, terutama ketika harga minyak dunia kembali meningkat.<\/p>\n<p>Firma riset Copley Fund Research melaporkan bahwa meskipun sebagian\nbesar manajer investasi aktif yang mereka pantau masih mempertahankan\nposisi overweight terhadap Indonesia, proporsi dana yang ditempatkan di\npasar domestik telah turun menjadi 80,45 persen, level terendah dalam 15\ntahun terakhir.<\/p>\n<p>Aktivitas Investor Asing Mulai Membaik<\/p>\n<p>Optimisme tersebut mulai tercermin pada aktivitas perdagangan\ndomestik. Pada awal perdagangan Rabu, nilai transaksi di seluruh pasar\nmencapai Rp1,12 triliun dengan volume 27,68 juta lot dan frekuensi\ntransaksi sebanyak 182.990 kali.<\/p>\n<p>Investor asing juga masih membukukan beli bersih. Di seluruh pasar,\nnilai pembelian asing mencapai Rp6,36 triliun, sedangkan nilai\npenjualannya sebesar Rp6,33 triliun, sehingga menghasilkan net foreign\nbuy sekitar Rp31,36 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan\nbeli bersih sebesar Rp360,21 miliar.<\/p>\n<p>Secara sektoral, penguatan IHSG dipimpin saham-saham teknologi yang\nnaik 2,47 persen, diikuti sektor bahan baku sebesar 2 persen, properti\n1,64 persen, energi 1,29 persen, industri 0,57 persen, infrastruktur\n0,54 persen, kesehatan 0,27 persen, consumer cyclicals 0,11 persen,\ntransportasi 0,08 persen, dan keuangan 0,05 persen. Sementara sektor\nconsumer non-cyclicals bergerak relatif stagnan.<\/p>\n<p>Dengan kombinasi membaiknya sentimen domestik, stabilnya nilai tukar\nrupiah, serta mulai masuknya kembali dana asing ke pasar saham, pelaku\npasar kini menantikan apakah momentum tersebut mampu menjaga tren\npenguatan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.(*)<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/ihsg-bangkit-ini-sederet-alasan-investor-asing-mulai-melirik-indonesia-lagi-1784731833",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}