{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1757251,
        "msgid": "from-july-2026-jakarta-to-bali-will-require-5-ethanol-blended-petrol-1779542202",
        "date": "2026-05-22 12:41:00",
        "title": "From July 2026, Jakarta to Bali will require 5% ethanol-blended petrol",
        "author": "Erlangga Djumena",
        "source": "KOMPAS",
        "tags": "",
        "topic": "Regulation",
        "summary": "Indonesia's Energy Ministry has announced that a mandatory 5% bioethanol blend (E5) will be phased in from July 2026 in selected regions, with broader rollout contingent on domestic ethanol supply. Early capacity is around 26,000 kilolitres from three producers, and volumes will be allocated via a ministerial decree; the policy runs alongside the B50 biodiesel programme. Pertamina has begun testing E5, with 179 sites operational and plans for 30 more, while regulatory simplifications aim to ease biofuel industry development.",
        "content": "<p>Editor<\/p>\n<p>JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral\n(ESDM) memastikan Indonesia mulai menerapkan mandatori bensin campuran\nbioetanol 5 persen atau E5 pada Juli 2026 di sejumlah wilayah.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi\n(EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, kebijakan\nmandatori E5 tahap awal hanya diterapkan di beberapa lokasi karena\nketerbatasan pasokan bahan baku etanol.<\/p>\n<p>\u201cPada Juli, kami juga akan mewajibkan 5 persen bioetanol (E5), tetapi\nhanya di beberapa lokasi saja,\u201d ujar Eniya dalam IPA Convex di\nTangerang, Banten, Kamis (21\/5\/2026) seperti dikutip dari Antara, Jumat\n(22\/5\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Eniya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta agar bahan baku\nbioetanol untuk program E5 berasal dari dalam negeri dan tidak\nmengandalkan impor.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi\nnasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.<\/p>\n<p>\u201cKemarin sudah kami identifikasi berapa banyak etanol fuel grade yang\nbisa dihasilkan. Baru teridentifikasi tiga perusahaan,\u201d kata Eniya.<\/p>\n<p>Saat ini, kapasitas produksi bioetanol dari tiga perusahaan tersebut\nmencapai sekitar 26.000 kiloliter (KL). Pemerintah nantinya akan\nmengatur rincian alokasi volume melalui regulasi baru berbentuk\nkeputusan menteri (kepmen).<\/p>\n<p>Mandatori E5 juga akan berjalan beriringan dengan implementasi\nprogram biodiesel B50.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Eniya mengungkapkan PT Pertamina (Persero) sebenarnya\ntelah melakukan uji pasar terhadap BBM E5 sehingga produk tersebut sudah\nmulai beredar di sejumlah titik.<\/p>\n<p>\u201cPertamina sudah membangun 179 lokasi. Dia akan tambah 30 lokasi\nlagi. Nah, ini yang sedang kami tunggu banget adalah keluarnya revisi\nPMK tentang cukai,\u201d ujar Eniya.<\/p>\n<p>Selain revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait cukai,\npemerintah juga masih menunggu kepastian mengenai jenis izin usaha untuk\nbiofuel, apakah menggunakan Izin Usaha Industri (IUI) atau izin usaha\nniaga (IUN).<\/p>\n<p>\u201cSekarang, karena KBLI-nya kami tarik ke Kementerian ESDM untuk\nbiofuel, sudah bisa jelas bahwa nanti tidak perlu IUI,\u201d kata Eniya.<\/p>\n<p>Ia berharap penyederhanaan aturan tersebut dapat mempermudah pelaku\nusaha dalam mengembangkan industri bioetanol nasional, karena izin IUI\nsebelumnya mengharuskan adanya rekomendasi gubernur dan berbagai\npersyaratan tambahan.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/from-july-2026-jakarta-to-bali-will-require-5-ethanol-blended-petrol-1779542202",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}