{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1847807,
        "msgid": "drought-in-cirarab-village-tangerang-leaves-residents-in-clean-water-crisis-1783508078",
        "date": "2026-07-08 17:23:12",
        "title": "Drought in Cirarab Village, Tangerang, Leaves Residents in Clean Water Crisis",
        "author": "",
        "source": "CNN_ID",
        "tags": "",
        "topic": "Social Policy",
        "summary": "Residents of Cirarab Village in Tangerang, Banten, have been struggling with a clean water crisis for a month due to prolonged drought. Local wells have dried up and the Cimanceri River is suspected of being polluted, forcing villagers to rely on donated water and purchase expensive bottled water. The community is urging the local government to provide regular water aid and address the river's contamination.",
        "content": "<p>Warga Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten,\nmengalami kesulitan mendapatkan air bersih dalam sebulan terakhir.\nKemarau panjang membuat sumur warga mengering, sementara aliran Kali\nCimanceri yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari tidak\nlagi layak digunakan karena diduga tercemar limbah. Sejumlah sumur milik\nwarga dilaporkan tidak lagi mengeluarkan air akibat kekeringan yang\nmelanda wilayah tersebut. Kondisi itu memaksa warga mengandalkan bantuan\nair bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki oleh Relawan Pemuda\nLegok. Air bersih dari mobil tangki kemudian didistribusikan ke\nrumah-rumah warga melalui tempat penampungan yang telah disiapkan. Warga\nmengaku sudah sekitar satu bulan mengalami kesulitan memperoleh air\nbersih. Selama ini, mereka memanfaatkan air Kali Cimanceri untuk mandi\ndan mencuci, namun kini air sungai tersebut berwarna keruh, berbau, dan\ndiduga tercemar limbah sehingga tidak lagi dapat digunakan. Untuk\nmemenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air\ngalon. Namun, tingginya biaya membuat banyak warga keberatan karena\ntidak sebanding dengan kondisi ekonomi mereka. Salah seorang warga,\nNining, mengatakan bantuan air bersih sangat dibutuhkan karena\nmasyarakat sudah tidak memiliki sumber air yang layak digunakan. \u2018Sudah\nsebulan pak, biasanya di kali, cuma gitu kalinya udah sedikit airnya dan\nrada bau, kalau minum ya beli air galon,\u2019 ujar Nining, Rabu (8\/7).\nSenada dengan itu, warga lain, Yadi, mengaku bantuan air bersih dari\nrelawan sangat membantu di tengah krisis air yang telah berlangsung\nselama sebulan terakhir. \u2018Dari kali atau kadang ke rumah yang sudah kena\ngusur masih ada sumber air, kalau buat minum ya beli air galon. Belum\nada bantuan dari pemerintah baru tadi dari relawan, saya senang sekali,\u2019\nungkap Yadi. Warga berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan\nair bersih secara rutin serta mengambil langkah penanganan terhadap\nkondisi Kali Cimanceri agar kembali dapat dimanfaatkan oleh\nmasyarakat.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/drought-in-cirarab-village-tangerang-leaves-residents-in-clean-water-crisis-1783508078",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}