{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1987540,
        "msgid": "china-seeks-deeper-integration-with-asean-via-cafta-3-0-1789714375",
        "date": "2026-09-18 11:56:59",
        "title": "China Seeks Deeper Integration with ASEAN via CAFTA 3.0",
        "author": " ",
        "source": "GALERT",
        "tags": "",
        "topic": "Trade",
        "summary": "Chinese Vice Premier Ding Xuexiang is actively promoting the CAFTA 3.0 upgrade protocol, which expands trade cooperation into digital economy, artificial intelligence, and green sectors. The agreement aims to complement the RCEP framework and enhance regional connectivity through improved infrastructure and streamlined logistics.",
        "content": "<p>Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang gencar mengampanyekan\nProtokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China \u2014 ASEAN (CAFTA)\n3.0.<\/p>\n<p>18 Sep 2026 11:38 WIB \u00b7 Ekonomi &amp; Bisnis<\/p>\n<p>Kompas\/Mediana<\/p>\n<p>NANNING, KOMPAS \u2014 Hubungan ekonomi China dan negara-negara anggota\nASEAN memasuki babak baru. Hal ini terlihat dari adanya Protokol\nPeningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China \u2014 ASEAN (CAFTA) 3.0 yang\nmelengkapi perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional\n(RCEP).<\/p>\n<p>CAFTA 3.0 ditandatangani pada 28 Oktober 2025 di ajang ASEAN- China\nSummit di Kuala Lumpur. CAFTA 3.0 gencar dipromosikan oleh Chinese Vice\nPremier Ding Xuexiang dalam sambutannya di acara China-ASEAN Expo ke-23\ndan China-ASEAN Business and Investment Summit di Kota Nanning, Daerah\nOtonom Guangxi Zhuang, China, Kamis (17\/9\/2026).<\/p>\n<p>CAFTA 3.0 sekaligus menunjukkan perubahan karakter hubungan ekonomi\nChina-ASEAN. CAFTA 1.0 bertumpu pada pengurangan tarif dan CAFTA 2.0\nmemperluas keterbukaan sektor jasa dan investasi. Sementara CAFTA 3.0\nbergerak lebih jauh dengan memasukkan aturan dan kerja sama di\nsektor-sektor baru, seperti perdagangan digital, kecerdasan buatan, dan\nekonomi hijau.<\/p>\n<p>\u201dPemerintah China memberikan perhatian besar terhadap pembangunan\nKawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (CAFTA),\u201d ujar Ding.<\/p>\n<p>Pada November 2021, dia menceritakan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi\nKhusus untuk memperingati 30 tahun hubungan dialog China-ASEAN, Presiden\nXi Jinping mengusulkan agar putaran baru peningkatan CAFTA segera\ndimulai. Penekanannya ialah meningkatkan liberalisasi dan fasilitasi\nperdagangan serta investasi, sekaligus memperluas kerja sama di\nbidang-bidang baru seperti ekonomi digital dan ekonomi hijau. Hal ini\nberarti CAFTA diarahkan ke tingkat yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Pada November 2022, China dan ASEAN secara resmi memulai perundingan\nCAFTA 3.0 dengan tujuan membangun CAFTA yang lebih inklusif, modern,\nkomprehensif, dan saling menguntungkan. Berkat upaya bersama kedua\npihak, protokol peningkatan CAFTA 3.0 telah resmi ditandatangani pada 28\nOktober 2025. Saat ini, pihak China dan negara-negara anggota ASEAN\ntengah menjalani prosedur hukum masing-masing dan mempercepat proses\nagar protokol tersebut dapat segera berlaku.<\/p>\n<p>Menurut Ding, sejak ada CAFTA, hubungan ekonomi China \u2014 ASEAN telah\nmenghasilkan banyak capaian dagang ataupun investasi. Dia menyebut China\ntelah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 17 tahun\nberturut-turut, sementara ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar\nChina selama enam tahun berturut-turut. Pada 2025, nilai perdagangan\nkedua pihak melampaui 1 triliun dolar AS, meningkat 18 kali lipat\ndibandingkan dengan 2002.<\/p>\n<p>Akumulasi investasi dua arah telah melampaui 510 miliar dolar AS.\nSejumlah proyek kerja sama besar dicapai. Misalnya, Jalur Kereta Api\nChina-Laos yang telah mengubah Laos dari negara yang terkurung daratan\n(landlocked) menjadi negara yang terhubung melalui daratan\n(land-linked). Contoh lain, Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Indonesia\ntelah membuka jalur cepat bagi pembangunan.<\/p>\n<p>Contoh selanjutnya, yaitu proyek Two Countries Twin Parks\nChina-Malaysia dan China-Indonesia serta pembangunan Zona Kerja Sama\nEkonomi Lintas Batas China-Laos. Jaringan pembagian kerja lintas batas\npun semakin baik.<\/p>\n<p>\u201dDi tengah situasi internasional yang berubah dan penuh gejolak,\nkawasan ini tetap mempertahankan perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan\npembangunan. Hubungan kedua pihak juga berupaya memperkuat rasa saling\npercaya secara politik, memperdalam keterbukaan dan kerja sama, dan\nmemfasilitasi konektivitas,\u201d kata Ding.<\/p>\n<p>Nantinya, jika CAFTA 3.0 berlaku, Ding mengatakan China berharap agar\nakan membangun sinergi yang lebih besar dengan RCEP dan memberikan\ndorongan berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi kawasan.<\/p>\n<p>Selain itu, ada empat ide yang juga diusulkan oleh China agar\nnantinya implementasi CAFTA 3.0 lebih maju. Pertama, mendorong\npeningkatan komprehensif dalam keterbukaan kawasan. CAFTA 3.0 telah\nmemasukkan aturan perdagangan dan ekonomi berstandar tinggi, menjajaki\ncara-cara untuk membangun kerangka kerja sama yang lebih kokoh, serta\npengaturan yang terlembagakan, dan akan memberikan dukungan kelembagaan\nyang lebih kuat bagi kerja sama dan pembangunan kawasan.<\/p>\n<p>China dan negara-negara ASEAN, menurut dia, perlu memperdalam kerja\nsama di bidang standar, regulasi teknis, dan penilaian komoditas;\nmemperkuat pembangunan kelembagaan, persaingan usaha, perlindungan\nkonsumen, serta (UMKM).<\/p>\n<p>Kedua, kedua pihak harus meningkatkan kerja sama di bidang\nperdagangan dan investasi. China dan negara-negara anggota ASEAN\nmencakup seperempat populasi dunia dan memiliki total output ekonomi\nsebesar 23 triliun dolar AS.<\/p>\n<p>\u201dChina memiliki sistem industri yang lengkap dan pasar yang luas.\nKami siap memanfaatkan keunggulan-keunggulan ini, meningkatkan kerja\nsama investasi dua arah dengan ASEAN, mengimpor lebih banyak produk\nunggulan dari negara-negara ASEAN, serta memastikan hasil kerja sama\nkita memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di kawasan Asia\nTenggara,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ketiga, China dan negara-negara anggota ASEAN harus memperdalam dan\nmemperkokoh kerja sama di bidang-bidang baru yang sedang berkembang. Di\nantaranya ekonomi digital dan ekonomi hijau.<\/p>\n<p>Keempat, konektivitas lebih mudah dan efisien. Ding menilai, kedua\nbelah pihak harus mendorong pembangunan infrastruktur seperti jalur\nkereta api, jalan raya, pelabuhan, dan bandara. Sebab, lebih dari 60\npersen barang perdagangan antara Tiongkok dan negara-negara anggota\nASEAN diangkut melalui jalur laut.<\/p>\n<p>Pada 16 September 2026, Kanal Pinglu yang menghubungkan Nanning dan\nTeluk Beibu resmi dibuka. Kanal ini memangkas jarak transportasi antara\nwilayah pedalaman China barat daya dan ASEAN sebesar 560 kilometer\nsehingga diklaim mampu mengurangi biaya logistik.<\/p>\n<p>Ding menambahkan, kehadiran pameran dagang China-ASEAN Expo ke-23\nserta China-ASEAN Business and Investment Summit 2026 yang akan\nberlangsung 17\u201321 September 2026 diharapkan mendukung pengembangan\nimplementasi CFTA. Dia berharap seluruh<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/china-seeks-deeper-integration-with-asean-via-cafta-3-0-1789714375",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}