{
    "success": true,
    "data": {
        "id": 1459187,
        "msgid": "blontank-poer-surakarta-1447893297",
        "date": "2004-06-25 00:00:00",
        "title": "Blontank Poer, Surakarta",
        "author": null,
        "source": "",
        "tags": null,
        "topic": null,
        "summary": "Blontank Poer, Surakarta Sepeninggal Raja Kraton Surakarta SISKS Pakoeboewono XII yang meninggal 11 Juni lalu, sebagian kecil anak-anak dan kerabat almarhum mengumumkan raja baru, Kamis (24\/6) siang. Raja yang ditunjuk adalah KGPH Hangabehi, 56 tahun. Dipastikan, pengangkatan siang itu bakal berbuntut konflik terbuka. Proses pengangkatan berlangsung sangat sederhana. Tak ada prosesi kerajaan yang meriah.",
        "content": "<p>Blontank Poer, Surakarta<\/p>\n<p>Sepeninggal Raja Kraton Surakarta SISKS Pakoeboewono XII yang <br>\nmeninggal 11 Juni lalu, sebagian kecil anak-anak dan kerabat <br>\nalmarhum mengumumkan raja baru, Kamis (24\/6) siang. Raja yang <br>\nditunjuk adalah KGPH Hangabehi, 56 tahun. Dipastikan, <br>\npengangkatan siang itu bakal berbuntut konflik terbuka.<\/p>\n<p>Proses pengangkatan berlangsung sangat sederhana. Tak ada prosesi <br>\nkerajaan yang meriah. Bahkan, tak genap setengah dari 35 putra-<br>\nputri almarhum yang masih hidup, hadir dalam pertemuan bertajuk <br>\nupacara biwara (pengumuman) dan selamatan raja baru itu. Selain <br>\nputra-putri dan 40-an kerabat, upacara disaksikan puluhan abdi <br>\ndalem atau pembantu kerajaan.<\/p>\n<p>Upacara biworo atau maklumat raja baru disampaikan oleh KGPH <br>\nKusumoyudo, salah satu putra Pakoeboewono XII dan dipimpin oleh <br>\nKGPH Poeger. Menurut pernyataan Kusumoyudo, pengangkatan KGPH <br>\nHangabehi berdasarkan sejumlah rapat keluarga besar anak-anak PB <br>\nXII, terutama pada tanggal 12, 13 dan 16 Juni atau sehari setelah <br>\nmangkatnya raja dinasti Mataram itu.<\/p>\n<p>Kepada pers, KGPH Poeger menyatakan bahwa pengangkatan Hangabehi <br>\nmenjadi raja menggantikan Pakoeboewono XII adalah sah dan sudah <br>\nsesuai tata cara pergantian raja di lingkungan Kraton Surakarta. <br>\n\"Kedudukan KGPH Hangabehi menggantikan sinuhun adalah sah, sebab <br>\nbeliau merupakan putra lelaki tertua dan sudah disetujui seluruh <br>\nkeluarga kerajaan,\" ujarnya.<\/p>\n<p>Meski sudah ditetapkan sebagai Raja Surakarta, Hangabehi belum <br>\nmemiliki gelar dan sebutan khusus sebagaimana para pendahulunya. <br>\nSudah menjadi rahasia umum, para putra-putri yang berambisi untuk <br>\nsegera mengumumkan raja baru adalah berasal dari faksi kerajaan <br>\nyang dimotori oleh KGPH Hangabehi dan GRAy Koes Moertiyah, putri <br>\nalmarhum yang juga anggota DPR RI periode 1999-2004 asal Fraksi <br>\nPDI Perjuangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, menurut Pengageng Parentah Kraton Surakarta (Ketua <br>\nDewan Pelaksana Kerajaan) KGPH Dipokusumo, proses penetapan raja <br>\nbaru itu belum memenuhi kaidah etik kerajaan. Pertemuan-pertemuan <br>\nyang disebut sebagai rapat untuk memutuskan raja baru, hanyalah <br>\nklaim faksi Koes Moertiyah.<\/p>\n<p>\"Yang saya tahu, pertemuan-pertemuan itu malah menyepakati agar <br>\npengumuman pergantian raja menunggu setelah peringatan 40 hari <br>\nwafatnya sinuhun,\" ujar Dipo.<\/p>\n<p>Dijelaskan Dipo, putra-putri Pakoebowono XII belum menyepakati <br>\nsiapa pengganti raja. Bahkan, sebagian besar putra-putri amarhum <br>\nbersama putra-putri raja sebelumnya, Pakoeboewno XI masih <br>\nmelangsungkan pertemuan di Jakarta untuk membicarakan suksesi <br>\nkerajaan.<\/p>\n<p>\"Banyak di antara kami belum diajak bicara soal pengumuman raja <br>\nbaru itu,\" ujar Dipo. Dipo sendiri tidak mengelak bila pengumuman <br>\nraja baru Kamis siang itu bakal memicu konflik terbuka antar <br>\nputra-putri dan kerabat PB XII.<\/p>",
        "url": "https:\/\/jawawa.id\/newsitem\/blontank-poer-surakarta-1447893297",
        "image": ""
    },
    "sponsor": "Okusi Associates",
    "sponsor_url": "https:\/\/okusiassociates.com"
}